Langsung ke konten utama

Wajah baru, semangat baru : Mastakom IMM Allende 2025 bentuk mahasiswa kritis dan humanis


Surabaya, 19 September 2025 – Rangkaian kegitan orientasi kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun ini kembali digelar, salah satu bagian dari rangkaian tersebut adalah pengenalan organisasi Muhammadiyah, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ). Dalam kesempatan ini PK IMM Allende Fakultas Psikologi melaksanakan kegiatan Masa Ta’aruf Komisariat (MASTAKOM) 2025, dengan tema “Kritis dalam pikiran, Humanitas dalam gerakan”.

Kegiatan Mastakom dibuka melalui lantunan Gema Wahyu Illahi dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muhammadiya, serta Mars IMM. Acara dilanjutkan Laporan ketua pelaksana, sambutan dari ketua umum PK IMM Allende Abyan Dzakwan, dan sambutan Ketua Program Studi Psikologi UM Surabaya Rinanti Resmadewi, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog yang menyampaikan tentang “ Kenapa harus mengkuti kegiatan organisasi di kampus bagi mahasiswa ” Ujarnya ( 19/09/2025 ).

Dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yang disampaikan oleh Julio Fredy Bobic  mengenai sejarah berdirinya komisariat IMM Allende. Komisariat IMM Allende sendiri berdiri pada tahun 2014 yang dimana nama dari Allende itu diambil dari anak seorang pejuang HAM yang bernama Munir pada masa orde baru, Allende merupakan seorang anak yang mengalami “Autisme” hal ini sejalan dengan keberadaan komisariat dibawah naungan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang kedua oleh Muhammad Nabiel, mengenai Gerakan Mahasiswa (GERMA), mahasiswa diajak mengenal lebih jauh mengenai GERMA melalui pemaparan materi yang ditampilkan dengan slide presentasi ppt. Suasana dibuat interaktif dengan selingan tanya jawab dan diskusi singkat.

Kegiatan MASTAKOM ditutup dengan penampilan seni, syair, nyanyian hingga orasi mahasiswa. Suasana di halaman kampus juga semakin ramai dengan teatrikal kolaborsi komisariat IMM, yang menyuarakan sudut pandangnya terhadap kondisi bangsa Indonesia termasuk keresahan terhadap praktik demokrasi serta kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya berpihak pada rakyat, sebagai wujud keberanian sikap kritis sebagai mahasiswa (19/09/2025)

Komentar