Langsung ke konten utama

Postingan

Update News

Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini: Upaya Membangun Literasi Al-Qur’an Anak

            Minggu, 1 Februari 2026, PK IMM Allende kembali melaksanakan kegiatan pengajaran rutin di Komunitas Cahaya Bunda. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PK IMM Allende dalam mendampingi anak-anak untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an sejak dini. Materi yang disampaikan pada pertemuan kali ini meliputi pengenalan huruf hijaiyah, pembelajaran tajwid, serta latihan membaca Al-Qur’an dengan benar.  Tujuan utama dari kegiatan pembelajaran ini adalah mengenalkan dan mengajarkan bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami cara membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sesuai aturan tajwid. Pembelajaran dilakukan secara bertahap agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok kecil yang masih berada pada tahap awal belajar, yaitu jenjang Iqra. Pada kelompok ...
Postingan terbaru

Hadir dengan Hati: Diskusi Pendampingan Lansia dalam Perspektif Humanistik dan Kepedulian Sosial

          Rabu, 21 Januari 2026, Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) PK IMM Allende melaksanakan kegiatan RTL Ruang Pemberdayaan Batch III. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk diskusi yang membahas tema pendampingan lansia dalam perspektif humanistik, dengan menekankan pentingnya kehadiran yang tulus dan penuh empati dalam mendampingi lansia. Diskusi ini dihadiri oleh Badan Pengurus Harian (BPH) serta kader PK IMM Allende periode 2025–2026, dengan pendampingan dari Pelopor Surabaya. Diskusi diawali dengan pemaparan mengenai definisi pendampingan lansia. Pendampingan lansia dipahami sebagai upaya membantu lansia untuk menjaga kesehatan serta kualitas hidupnya melalui pemberian bantuan dan dukungan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup aspek emosional, sosial, dan psikologis lansia, sehingga mereka tetap merasa dihargai, didengar, dan dimanusiakan. Selanjutnya, mat...

Tawa, Gerak, dan Makna: Belajar Bersama Anak KCB melalui Permainan Ular-Ularan

          Minggu, 18 Januari 2026, PK IMM Allende kembali melaksanakan kegiatan belajar rutin bersama anak-anak di Komunitas Cahaya Bunda (KCB). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PK IMM Allende dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak melalui pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak. Pada pertemuan kali ini, pembelajaran mengusung tema permainan tradisional, sebagai upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Pembelajaran diawali dengan pengenalan berbagai jenis permainan tradisional yang ada di Indonesia. Anak-anak diperkenalkan dengan permainan seperti cublak-cublak suweng, congklak, gobak sodor, dan ular-ularan. Melalui sesi pengenalan ini, anak-anak tidak hanya mengetahui nama permainan, tetapi juga memahami bahwa permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas. Penyampaian materi dilakukan secara interak...

Peduli dengan Cinta, Berbagi dengan Makna: Implementasi Nyata Dakwah Sosial melalui Kegiatan Markibul

     Surabaya 10 Januari 2026. PK IMM Allende mengadakan kegiatan Mari Kita Blusukan (Markibul) yang merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari gerakan dakwah sosial Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang berorientasi pada pemberdayaan dan kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Kapasari oleh Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) PK IMM Allende yang berkolaborasi dengan Bidang Immawati dan Bidang Tabligh. Mengusung tema “Peduli dengan cinta, berbagi dengan makna”, kegiatan Markibul ini hadir sebagai wujud kepedulian IMM terhadap masyarakat, tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui edukasi dan penguatan nilai-nilai keluarga. Rangkaian kegiatan Markibul diawali dengan pengenalan Lazismu kepada masyarakat Kelurahan Kapasari. Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran Lazismu sebagai lembaga amil zakat yang berkomitmen dalam pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infak, ...

Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Kesiapsiagaan, Mewujudkan Kader yang Responsif

       Surabaya, 11 Januari 2026 — Dalam upaya membangun kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan kemanusiaan, PK IMM Allende menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertema Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini dilaksanakan di At-Tauhid Ruang 808 lantai 8 Universitas Muhammadiyah Surabaya dan diikuti oleh kader dengan antusiasme yang tinggi. Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar IMM Allende dalam memperluas wawasan kader mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.       Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari BPH PK IMM Avicena yang memiliki kapasitas dalam edukasi kesehatan dasar dan manajemen kondisi darurat ringan. Sejak awal kegiatan, suasana forum terasa kondusif dan partisipatif. Peserta tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, mencerminkan tingginya ketertari...

DISKUSWATI: Ruang Belajar, Kesadaran Gender, dan Keberanian untuk Bergerak

PENDAHULUAN Diskuswati bagiku bukan sekadar forum diskusi, tapi ruang aman untuk belajar memahami diri dan realitas sebagai perempuan. Di ruang ini, aku merasa perempuan tidak lagi ditempatkan sebagai objek yang hanya dibicarakan, tetapi sebagai subjek yang punya pengalaman, suara, dan pemikiran yang layak didengar. Diskuswati hadir dari kesadaran bahwa ketimpangan gender masih nyata di sekitar kita, bukan karena perempuan kurang mampu, melainkan karena ruang dan sistem yang belum sepenuhnya adil. Melalui Diskuswati, aku belajar bahwa isu gender bukan hanya soal perempuan, tetapi persoalan kemanusiaan yang perlu dipahami bersama. Diskusi yang terjadi membuka cara pandang baru tentang bagaimana konstruksi sosial membentuk peran perempuan dan laki-laki, bagaimana tubuh perempuan sering diatur oleh standar masyarakat, serta bagaimana agama dan gerakan justru bisa menjadi jalan menuju keadilan jika dipahami secara utuh. Esai ini aku tulis sebagai refleksi atas proses belajar tersebut, ...