Langsung ke konten utama

Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini: Upaya Membangun Literasi Al-Qur’an Anak

 

        Minggu, 1 Februari 2026, PK IMM Allende kembali melaksanakan kegiatan pengajaran rutin di Komunitas Cahaya Bunda. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PK IMM Allende dalam mendampingi anak-anak untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an sejak dini. Materi yang disampaikan pada pertemuan kali ini meliputi pengenalan huruf hijaiyah, pembelajaran tajwid, serta latihan membaca Al-Qur’an dengan benar. 

Tujuan utama dari kegiatan pembelajaran ini adalah mengenalkan dan mengajarkan bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami cara membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sesuai aturan tajwid. Pembelajaran dilakukan secara bertahap agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok kecil yang masih berada pada tahap awal belajar, yaitu jenjang Iqra. Pada kelompok ini, anak-anak diajarkan membaca Iqra jilid 1 sampai 3. Sebagian dari mereka sudah mulai mengenal huruf hijaiyah, namun sebagian lainnya masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut dari para relawan. Pendampingan dilakukan dengan sabar dan perlahan agar anak-anak merasa nyaman dan tidak terbebani.

Kelompok kedua adalah kelompok besar, yaitu anak-anak yang sudah memasuki jenjang membaca Al-Qur’an. Pada kelompok ini, pembelajaran difokuskan pada penerapan tajwid yang benar serta penyetoran hafalan Juz 30. Menariknya, beberapa anak yang sudah lancar membaca Al-Qur’an mampu menyetorkan hafalan sekitar lima hingga delapan surat dari Juz 30. Hal ini menunjukkan perkembangan yang baik dan semangat belajar yang tinggi dari para peserta didik.

Selama proses pembelajaran, anak-anak Komunitas Cahaya Bunda terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya aktif saat belajar, tetapi juga menjadi penyimak bagi teman-temannya sebelum bacaan disetorkan kepada relawan. Sikap saling menyimak dan mendukung ini menciptakan suasana belajar yang positif dan menyenangkan.

Pada akhir kegiatan pembelajaran, anak-anak diberikan stik sebagai bentuk poin bagi mereka yang disiplin dan tertib selama kegiatan berlangsung. Pemberian stik ini merupakan penerapan metode token economy yang telah rutin dilaksanakan sejak bulan Januari. Metode ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan, meningkatkan motivasi belajar, serta memberikan apresiasi atas perilaku positif anak-anak selama proses pembelajaran.

Author     : Hani Dwi Wilujeng (SPM)

Editor      :  Rahma Nur Hamidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadirkan Kajian yang Menghangatkan Hati

  Suarabaya - Rabu, 2 Juli 2025 lalu, Pimpinan Komisariat IMM Allende melalui bidang Immawati menggelar sebuah kegiatan inspiratif bertajuk SPM X Immawati dengan tema “Dekat Di Hati, Erat Dalam Kasih” . Bertempat di Basecamp Komunitas Cahaya Bunda, Jl. Belakang Panggung No. 35, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang berbagi yang hangat bagi para ibu dalam memahami peran psikologis mereka dalam keluarga. Acara ini menghadirkan pemateri Ummi Masrufah Maulidiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog., yang secara lugas dan hangat menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kebersamaan tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga dalam tindakan kecil yang konsisten, seperti menyapa anak ketika pulang sekolah, memeluknya secara rutin, dan menunjukkan kasih sayang secara verbal dan nonverbal. Salah satu momen yang mengaduk emosi peserta adalah ketika ditayangkan sebuah klip video tentang p...

Bagaimana Cara Taat kepada Pemimpin

    Desember  2025 ,  Dalam kehidupan bermasyarakat, kepemimpinan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keteraturan dan keberlangsungan kehidupan bersama. Islam memandang kepemimpinan sebagai amanah yang tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual. Oleh karena itu, pembahasan mengenai bagaimana cara taat kepada pemimpin menjadi hal yang relevan dan terus dibutuhkan, terutama di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.      Dalam konsep Islam, kepemimpinan memiliki strata yang jelas. Pada tingkatan tertinggi terdapat khalifah, sebagai pemimpin umat yang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Sementara itu, dalam konteks kehidupan bernegara dan bermasyarakat saat ini, pemimpin dikenal sebagai ulil amri, yaitu pemimpin/penguasa yang berwenang, mencakup pemerintah (presiden, menteri, kepala daerah), ulama ahli, komandan militer, hingga ahli di...

Diskusi Literasi: Mengasah Kritis, Menambah Ilmu

Surabaya - PK IMM Allende sukses  menggelar program kerja Diskusi Literasi yang dilaksanakan di sekretariat PK IMM Allende, pada Rabu (19/03). Acara ini terbuka untuk umum dan diperuntukkan bagi seluruh insan yang merasa haus akan ilmu pengetahuan serta ingin mengembangkan diri secara intelektual. Program ini diadakan sebagai wadah bagi siapa saja yang masih melek terhadap literasi namun merasa ada kekurangan dalam penguasaan ilmu yang dimiliki. Berbagai argumen dan pendapat dari para peserta mengalir dengan lancar, diiringi dengan debat kusir yang menyenangkan sehingga dapat menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan produktif. Program ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali oleh bidang Riset, Pengembangan, dan Keilmuwan (RPK), dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar peserta melalui pertukaran gagasan dalam diskusi yang penuh wawasan. Tidak hanya mempererat hubungan sosial, program ini juga bertujuan untuk mempertajam pemikiran kritis mahasiswa dan audiens ya...