Langsung ke konten utama

Hadir dengan Hati: Diskusi Pendampingan Lansia dalam Perspektif Humanistik dan Kepedulian Sosial

        Rabu, 21 Januari 2026, Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) PK IMM Allende melaksanakan kegiatan RTL Ruang Pemberdayaan Batch III. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk diskusi yang membahas tema pendampingan lansia dalam perspektif humanistik, dengan menekankan pentingnya kehadiran yang tulus dan penuh empati dalam mendampingi lansia. Diskusi ini dihadiri oleh Badan Pengurus Harian (BPH) serta kader PK IMM Allende periode 2025–2026, dengan pendampingan dari Pelopor Surabaya.

Diskusi diawali dengan pemaparan mengenai definisi pendampingan lansia. Pendampingan lansia dipahami sebagai upaya membantu lansia untuk menjaga kesehatan serta kualitas hidupnya melalui pemberian bantuan dan dukungan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup aspek emosional, sosial, dan psikologis lansia, sehingga mereka tetap merasa dihargai, didengar, dan dimanusiakan.

Selanjutnya, materi membahas prinsip-prinsip utama dalam pendampingan lansia. Prinsip pertama adalah menghormati martabat dan privasi lansia, dengan memperlakukan mereka sebagai individu yang memiliki hak dan nilai diri. Pendamping juga perlu memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, tanpa mengambil alih seluruh aktivitas mereka. Selain itu, penting untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan lansia serta mempertahankan kualitas hidup mereka agar tetap merasa bermakna di usia senja.

Pendampingan lansia juga perlu dilakukan dengan pendekatan holistik, yaitu melihat lansia secara utuh, baik dari sisi fisik, emosional, sosial, maupun spiritual. Komunikasi yang efektif dan penuh empati menjadi kunci utama dalam proses pendampingan. Tidak kalah penting, keluarga dan jaringan sosial perlu dilibatkan agar lansia tidak merasa sendirian. Fokus pendampingan sebaiknya diarahkan pada kemampuan yang masih dimiliki lansia, bukan pada keterbatasan yang mereka alami.

Dalam diskusi ini juga disampaikan contoh praktik pendampingan lansia yang tepat. Salah satunya adalah melibatkan lansia dalam pengambilan keputusan, seperti menanyakan pendapat mereka terkait rutinitas harian, pilihan makanan, atau aktivitas yang ingin dilakukan. Pendamping juga diharapkan memastikan kebutuhan nutrisi lansia terpenuhi secara seimbang, mendorong aktivitas fisik yang sesuai, serta membantu dalam manajemen pengobatan dan kesehatan. Sikap pendamping harus dilandasi oleh kasih sayang dan kesabaran, serta menghindari perilaku merendahkan atau menggurui. Lansia juga perlu didukung untuk tetap melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri sebisa mungkin.

Selain praktik pendampingan, diskusi ini menekankan pentingnya teknik komunikasi empati dalam mendampingi lansia. Pendamping diharapkan hadir secara penuh saat berinteraksi, tidak terburu-buru ketika berbicara, serta menghormati keterbatasan pendengaran atau penglihatan lansia sebagai bentuk penerimaan tanpa syarat. Penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, menjaga kontak mata, serta memperhatikan bahasa tubuh menjadi bagian dari komunikasi yang baik. Pendamping juga dianjurkan untuk tidak langsung memberi saran kecuali diminta, melainkan terlebih dahulu memvalidasi perasaan lansia dan menciptakan suasana yang nyaman.

Melalui kegiatan RTL Ruang Pemberdayaan Batch III ini, Bidang SPM PK IMM Allende berharap para kader memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendampingan lansia secara humanistik. Pendampingan tidak sekadar tentang membantu secara fisik, tetapi juga tentang hadir dengan hati, mendengarkan dengan empati, serta memanusiakan lansia dalam setiap proses pendampingan yang dilakukan.

Author     : Hani Dwi Wilujeng (SPM)

Editor      :  Rahma Nur Hamidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadirkan Kajian yang Menghangatkan Hati

  Suarabaya - Rabu, 2 Juli 2025 lalu, Pimpinan Komisariat IMM Allende melalui bidang Immawati menggelar sebuah kegiatan inspiratif bertajuk SPM X Immawati dengan tema “Dekat Di Hati, Erat Dalam Kasih” . Bertempat di Basecamp Komunitas Cahaya Bunda, Jl. Belakang Panggung No. 35, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang berbagi yang hangat bagi para ibu dalam memahami peran psikologis mereka dalam keluarga. Acara ini menghadirkan pemateri Ummi Masrufah Maulidiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog., yang secara lugas dan hangat menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kebersamaan tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga dalam tindakan kecil yang konsisten, seperti menyapa anak ketika pulang sekolah, memeluknya secara rutin, dan menunjukkan kasih sayang secara verbal dan nonverbal. Salah satu momen yang mengaduk emosi peserta adalah ketika ditayangkan sebuah klip video tentang p...

Bagaimana Cara Taat kepada Pemimpin

    Desember  2025 ,  Dalam kehidupan bermasyarakat, kepemimpinan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keteraturan dan keberlangsungan kehidupan bersama. Islam memandang kepemimpinan sebagai amanah yang tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual. Oleh karena itu, pembahasan mengenai bagaimana cara taat kepada pemimpin menjadi hal yang relevan dan terus dibutuhkan, terutama di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.      Dalam konsep Islam, kepemimpinan memiliki strata yang jelas. Pada tingkatan tertinggi terdapat khalifah, sebagai pemimpin umat yang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Sementara itu, dalam konteks kehidupan bernegara dan bermasyarakat saat ini, pemimpin dikenal sebagai ulil amri, yaitu pemimpin/penguasa yang berwenang, mencakup pemerintah (presiden, menteri, kepala daerah), ulama ahli, komandan militer, hingga ahli di...

Diskusi Literasi: Mengasah Kritis, Menambah Ilmu

Surabaya - PK IMM Allende sukses  menggelar program kerja Diskusi Literasi yang dilaksanakan di sekretariat PK IMM Allende, pada Rabu (19/03). Acara ini terbuka untuk umum dan diperuntukkan bagi seluruh insan yang merasa haus akan ilmu pengetahuan serta ingin mengembangkan diri secara intelektual. Program ini diadakan sebagai wadah bagi siapa saja yang masih melek terhadap literasi namun merasa ada kekurangan dalam penguasaan ilmu yang dimiliki. Berbagai argumen dan pendapat dari para peserta mengalir dengan lancar, diiringi dengan debat kusir yang menyenangkan sehingga dapat menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan produktif. Program ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali oleh bidang Riset, Pengembangan, dan Keilmuwan (RPK), dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar peserta melalui pertukaran gagasan dalam diskusi yang penuh wawasan. Tidak hanya mempererat hubungan sosial, program ini juga bertujuan untuk mempertajam pemikiran kritis mahasiswa dan audiens ya...