Langsung ke konten utama

Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Kesiapsiagaan, Mewujudkan Kader yang Responsif

 

    Surabaya, 11 Januari 2026 — Dalam upaya membangun kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan kemanusiaan, PK IMM Allende menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertema Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini dilaksanakan di At-Tauhid Ruang 808 lantai 8 Universitas Muhammadiyah Surabaya dan diikuti oleh kader dengan antusiasme yang tinggi. Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar IMM Allende dalam memperluas wawasan kader mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

    Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari BPH PK IMM Avicena yang memiliki kapasitas dalam edukasi kesehatan dasar dan manajemen kondisi darurat ringan. Sejak awal kegiatan, suasana forum terasa kondusif dan partisipatif. Peserta tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, mencerminkan tingginya ketertarikan terhadap tema yang diangkat. Pelatihan ini tidak sekadar menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran kolektif tentang pentingnya kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

  Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar mengenai urgensi pertolongan pertama dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri menekankan bahwa kemampuan dasar dalam menangani kondisi gawat darurat merupakan bentuk nyata dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang sejalan dengan spirit gerakan IMM. Kader tidak hanya dituntut cerdas dalam berpikir, tetapi juga sigap dalam bertindak ketika berhadapan dengan situasi kritis di lingkungan sekitar.

    Memasuki sesi inti, materi disampaikan secara sistematis berdasarkan konten presentasi yang telah disusun. Pembahasan mencakup berbagai kondisi yang kerap dijumpai dalam aktivitas sehari-hari, seperti penanganan pingsan (syncope), sesak napas, cedera akibat jatuh, luka ringan, kram otot, gangguan lambung (maag), diare, influenza, hingga prinsip dasar manajemen kesehatan lapangan. Setiap materi tidak hanya dijelaskan secara teoritis, tetapi juga disertai dengan penekanan pada langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal sebelum mendapatkan penanganan medis profesional. Pendekatan ini membuat materi terasa relevan, aplikatif, dan mudah dipahami oleh peserta.

    Diskusi yang terbangun selama sesi materi menunjukkan bahwa peserta mulai menyadari pentingnya literasi kesehatan sebagai bagian dari kompetensi kader. Banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan kasus-kasus yang sering mereka temui di lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari. Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang hidup dan bermakna, di mana proses pelatihan tidak berjalan satu arah, melainkan menjadi ruang dialog yang membangun.

    Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi kader IMM Allende. Bahwa menjadi kader tidak cukup hanya dengan gagasan dan wacana, tetapi juga dituntut memiliki kepekaan sosial serta kesiapan bertindak dalam situasi nyata. Pengetahuan tentang pertolongan pertama menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana kader dapat hadir dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitarnya.

   Pada akhirnya, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat ini mempertegas komitmen PK IMM Allende dalam membentuk kader yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga responsif secara sosial dan humanis dalam tindakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kader mampu membawa nilai kebermanfaatan IMM ke dalam realitas kehidupan sehari-hari, menjadikan ilmu sebagai alat pengabdian, dan menjadikan kepedulian sebagai identitas gerakan.

Author   : Achmad Affan Firdaus

Editor    : Rahma Nur Hamidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadirkan Kajian yang Menghangatkan Hati

  Suarabaya - Rabu, 2 Juli 2025 lalu, Pimpinan Komisariat IMM Allende melalui bidang Immawati menggelar sebuah kegiatan inspiratif bertajuk SPM X Immawati dengan tema “Dekat Di Hati, Erat Dalam Kasih” . Bertempat di Basecamp Komunitas Cahaya Bunda, Jl. Belakang Panggung No. 35, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang berbagi yang hangat bagi para ibu dalam memahami peran psikologis mereka dalam keluarga. Acara ini menghadirkan pemateri Ummi Masrufah Maulidiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog., yang secara lugas dan hangat menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kebersamaan tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga dalam tindakan kecil yang konsisten, seperti menyapa anak ketika pulang sekolah, memeluknya secara rutin, dan menunjukkan kasih sayang secara verbal dan nonverbal. Salah satu momen yang mengaduk emosi peserta adalah ketika ditayangkan sebuah klip video tentang p...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...

Daur Ulang Kardus Jadi Bingkai Hias : Kreativitas Anak Komunitas Cahaya Bunda

  Surabaya, 5 Oktober 2025 — Komunitas Cahaya Bunda bekerja sama dengan PK IMM Allende Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat kembali mengadakan kegiatan pembelajaran yang inspiratif bagi anak-anak binaan. Dalam kesempatan kali ini, para relawan mengajarkan tentang bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya, sebagai salah satu langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini. Kegiatan belajar ini dilaksanakan di Kalimas Utara, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Pembelajaran mengenai tumbuhan menjadi pintu awal bagi anak-anak untuk memahami pentingnya makhluk hidup di sekitar mereka, khususnya tumbuhan. Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai hal dasar seperti pengertian tumbuhan, fungsi penting tumbuhan bagi kehidupan makhluk hidup lain, serta bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya. Relawan juga memberikan contoh nyata dari berbagai jenis tumbuhan agar anak-anak dapat mengenalinya secara langsung. Harapannya, anak d...