Langsung ke konten utama

Bermazhab atau Tidak? Menemukan Jalan Tengah dalam Memahami Syariat

 

    Surabaya, Jum'at 27 Februari 2026, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Allende berkolaborasi dengan BEM Fakultas Psikologi menyelenggarakan sebuah kajian islam dengan tema  “Apakah Harus Bermazhab? “ yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya bertempat di gedung A ruang 502 pada pukul 15.00 WIB hingga selesai. Acara ini menghadirkan pemateri Rijal Mujahidin Sabililhaq yang memberikan pemaparan mengenai konsep Mazhab dalam islam.

Kajian diawali dengan penjelasan makna mazhab secara bahasa dan istilah, secara bahasa mazhab berarti jalan atau metode yang diikuti sedangkan menurut istilah mazhab ialah metode penggalian hukum yang dirumuskan oleh seorang mujtahid dan pengikutnya dalam memahami Al-Qur'an dan Sunnah. Pemateri juga menjelaskan bahwa perbedaan mazhab bisa terjadi dikarenakan adanya perbedaan kondisi sosial-budaya, metode ijtihad maupun perbedaan pendekatan para ulama dalam menggali hukum islam.

Selanjutnya, pemateri membahas tentang perbedaan antara mujtahid dan muqallid. Seorang mujtahid adalah yang mampu mengambil hukum langsung dari Al-Qur'an dan Sunnah melalui metode ijtihad, sedangkan mayoritas umat islam berasa dalam posisi muqallid yang mengikuti pendapat ulama karena keterbatasan ilmu, dalam konteks ini, taqlid tidak selalu negatif selama tidak disertai dengan sikap fanatik buta, karena bertujuan untuk memudahkan pelaksanaan ibadah.

Kemudian dalam materi selanjutnya pemateri mengurangi empat mazhab utama dalam Ahlus Sunnah yaitu, mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Keempat mazhab tersebut dijelaskan memiliki metodologi yang sahih dan saling melengkapi dalam menginterpretasikan dalil, sehingga perbedaan antar mazhab bukan penghalang bagi persatuan umat islam.

Dalam sesi diskusi peserta juga diajak memahami bahwa bermazhab tidak wajib secara syariat bagi orang awam, namun yang diwajibkan adalah mengikuti kebenaran. Semoga dengan terlaksananya kajian ini para peserta mampu memahami tentang materi yang dijelaskan dengan baik, serta mampu menyikapi perbedaan mazhab dengan rasa saling menghormati serta menjadikan mazhab sebagai sarana memahami syariat secara komprehensif.

Author   : Shalwa Hauzy Azzara

Editor    : Rahma Nur Hamidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadirkan Kajian yang Menghangatkan Hati

  Suarabaya - Rabu, 2 Juli 2025 lalu, Pimpinan Komisariat IMM Allende melalui bidang Immawati menggelar sebuah kegiatan inspiratif bertajuk SPM X Immawati dengan tema “Dekat Di Hati, Erat Dalam Kasih” . Bertempat di Basecamp Komunitas Cahaya Bunda, Jl. Belakang Panggung No. 35, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang berbagi yang hangat bagi para ibu dalam memahami peran psikologis mereka dalam keluarga. Acara ini menghadirkan pemateri Ummi Masrufah Maulidiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog., yang secara lugas dan hangat menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kebersamaan tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga dalam tindakan kecil yang konsisten, seperti menyapa anak ketika pulang sekolah, memeluknya secara rutin, dan menunjukkan kasih sayang secara verbal dan nonverbal. Salah satu momen yang mengaduk emosi peserta adalah ketika ditayangkan sebuah klip video tentang p...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...

Daur Ulang Kardus Jadi Bingkai Hias : Kreativitas Anak Komunitas Cahaya Bunda

  Surabaya, 5 Oktober 2025 — Komunitas Cahaya Bunda bekerja sama dengan PK IMM Allende Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat kembali mengadakan kegiatan pembelajaran yang inspiratif bagi anak-anak binaan. Dalam kesempatan kali ini, para relawan mengajarkan tentang bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya, sebagai salah satu langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini. Kegiatan belajar ini dilaksanakan di Kalimas Utara, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Pembelajaran mengenai tumbuhan menjadi pintu awal bagi anak-anak untuk memahami pentingnya makhluk hidup di sekitar mereka, khususnya tumbuhan. Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai hal dasar seperti pengertian tumbuhan, fungsi penting tumbuhan bagi kehidupan makhluk hidup lain, serta bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya. Relawan juga memberikan contoh nyata dari berbagai jenis tumbuhan agar anak-anak dapat mengenalinya secara langsung. Harapannya, anak d...