Langsung ke konten utama

IMM Allende Psikologi Sukses Gelar Bakti Sosial : Merajut Kebersamaan, Menebar Kepedulian

Jombang - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Allende Psikologi sukses melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan Cek Kesehatan yang berlangsung di Dusun Junggo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Juni 2025 ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menebar Kepedulian” dan mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris PDM Muhammadiyah Jombang, Drs. Hadi Nur R.M. PD I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kontribusi IMM Allende. Beliau juga memberikan sejumlah pesan serta motivasi agar kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus dilanjutkan di masa yang akan datang.

Kegiatan bakti sosial diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan warga secara aktif. Berbagai perlombaan digelar, seperti lomba estafet belut untuk para bapak dan lomba melipat baju sambil menutup mata untuk para ibu. Tidak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji bersama di masjid setelah pelaksanaan sholat maghrib berjamaah. Malam kebersamaan tersebut semakin bermakna dengan pemutaran film “Nussa dan Rara” yang membawa pesan moral bagi seluruh peserta.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, IMM Allende bekerja sama dengan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mengadakan cek kesehatan gratis bagi warga desa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan disambut dengan baik oleh warga. Selain itu, turut dilaksanakan seminar kesehatan yang dipandu oleh Adelin sebagai narasumber, yang memberikan edukasi penting mengenai pola hidup sehat.

Pada kesempatan tersebut, IMM Allende juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan menyumbangkan tiga ekor kambing. Total hewan kurban yang dikurbankan di Desa Wonosalam mencapai satu ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Daging kurban dibagikan secara merata kepada warga sekitar, serta disertai dengan penyaluran paket sembako dari komunitas Seribu Senyum.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, IMM Allende mengadakan malam keakraban bersama warga Wonosalam. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan serta membangun rasa kekeluargaan antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penuh kehangatan dan kesan yang mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat.

Ratih, salah satu warga sekaligus pengurus Pondok Pesantren Tarbiyah Wonosalam, memberikan apresiasinya, “Alhamdulillah, kesannya sangat positif. Teman-teman IMM Allende aktif, sigap, dan mampu membangun suasana yang menyenangkan. Yang paling penting, acara berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.”

Najma, selaku ketua pelaksana bakti sosial, juga mengungkapkan pengalamannya, “Menurut saya, Desa Junggo sangat cocok untuk pelaksanaan bakti sosial. Masyarakat di sini sangat terbuka dan selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap program yang kami jalankan.”

Kegiatan bakti sosial ini didukung oleh Lazizmu UMSurabaya, Seribu Senyum, dan para donatur. Tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan bakti sosial juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berbagi, dan menebar kepedulian sosial secara nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam

  Surabaya – Bidang Tabligh PK IMM Allende kembali menggelar Kajian Islam KALAM #5 pada hari Kamis, (12/6), bertempat di Lantai 9, Ruang 903 Gedung At Tauhid Tower. Kajian ini mengangkat tema “Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam”, dengan menghadirkan Rafif Burhanuddin Muhammad sebagai pemateri. Kajian ini membahas secara mendalam tentang konsep ta’dib , yaitu proses pendidikan dalam Islam yang menekankan pembentukan adab dalam diri individu, agar mampu mengenal dan menempatkan segala sesuatu secara adil dan proporsional. Pemateri menekankan bahwa ta’dib bukan sekadar pengajaran pengetahuan, namun lebih pada proses internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam diri manusia. Selain itu, pembahasan juga menyinggung hakikat manusia menurut Islam yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu ruh, akal, qalbu, dan jism. Rafif menjelaskan bahwa tanpa salah satu dari unsur tersebut, maka manusia tidak bisa disebut sebagai manusia. Tanpa salah satu dari keempat unsur ini, mak...

“Telah Berlayar Nahkoda Baru Pimpinan Komisariat IMM Allende 2024/2025”

 Pelantikan PK IMM Allende periode 2024/2025    di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Minggu (8/12/14)     Setelah menyelenggarakan Musyawarah Komisariat ke IX pada 23-24 Oktober 2024 di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Allende Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, resmi melantik kepengurusan baru untuk periode 2024/2025 yang dinahkodai Amirul Haq Al-Amin sebagai ketua umum dan Hani Dwi Wilujeng sebagai sekertaris umum. PK IMM Allende sukses menggelar Acara Pelantikan ke IX  pada tanggal 8 Desember 2024 di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Pelantikan ini dihadiri oleh calon Badan Pengurus Harian yang dilantik maupun calon kader dari PK IMM Allende, Ketua Umum PK IMM Allende Periode 2023/2024, Ketua Umum Koordinator Komisarita (Koorkom) IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Cabang (PC) IMM Surabaya, dan Forum Keluarga Alumni IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya.   Pelantikan ini mengusung tema “Membangun ...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...