Langsung ke konten utama

Dari Layar ke Layar: Estafet Gerakan IMM Allende Dilanjutkan

 


Surabaya - Pimpinan Komisariat Allende sukses menyelenggarakan kegiatan musyawarah komisariat ke X pada 7-8 Juli di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Musyawarah (Musykom) ini bertujuan untuk memilih dan menemukan kepemimpinan baru dalam meneruskan langkah dan gerak roda organisasi. Pada musykom kali ini, PK IMM Allende menyusun tema “Beyond Today: Charting a Course for Shared Excellence”. Musykom merupakan momen penting dalam proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Begitu pula dengan Musykom IMM Allende yang baru saja terselenggara dengan semangat kolaboratif dan partisipatif dari seluruh kader. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk menata kembali arah perjuangan komisariat agar lebih adaptif terhadap perubahan dan lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.

Musykom ini turut dihadiri oleh jajaran Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM Surabaya serta Pimpinan Cabang IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang hadir sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap proses kaderisasi yang berkelanjutan. Kehadiran mereka memberi semangat tersendiri bagi kader-kader IMM Allende dalam menata masa depan gerakan.

Setelah melalui serangkaian sidang, diskusi, dan pemilihan formatur, Immawan Abyan Dzakwan resmi terpilih sebagai Ketua Umum IMM Allende untuk periode selanjutnya. Bersama Dzakwan, terpilih pula Immawati Meyla Zahwa sebagai Sekretaris Umum dan Immawati Dwi Tanjung sebagai Bendahara Umum. Musykom bukan hanya ruang formalitas, tapi juga menjadi ruang perenungan dan penyusunan strategi untuk langkah ke depan. Regenerasi yang lahir dari musyawarah ini menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan gerakan kader IMM di lingkungan Komisariat Allende.

Musykom IMM Allende tahun ini juga menjadi titik berakhirnya masa kepemimpinan Immawan Amirul Haq, Ketua Umum periode 2024–2025, yang secara resmi menyatakan demisioner. Dalam masa kepemimpinannya, Amirul dikenal sebagai sosok yang tenang, membumi, dan mampu mengayomi berbagai dinamika yang terjadi di internal komisariat. Kepemimpinan Amirul telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi IMM Allende dalam menjalankan program-program kaderisasi, advokasi, serta kerja-kerja intelektual. Kini, tongkat estafet tersebut secara resmi diserahkan kepada Immawan Dzakwan, Ketua Umum terpilih hasil Musykom tahun ini.

Musykom kali ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh kader untuk menengok kembali perjalanan IMM Allende dalam satu periode terakhir. Evaluasi terhadap program kerja, keberhasilan maupun hambatan, dijadikan pijakan dalam menyusun arah gerak selanjutnya agar lebih tajam, berdampak, dan kontekstual.

Kepengurusan baru IMM Allende tidak hanya diharapkan mampu menjalankan program kerja secara administratif, tetapi juga menghadirkan gerakan yang hidup, solutif, dan relevan dengan realitas. IMM harus hadir tidak hanya dalam forum-forum diskusi, tetapi juga dalam kerja nyata yang menyentuh persoalan kemanusiaan, sosial, dan intelektual. Semangat tajdid yang menjadi napas gerakan Muhammadiyah harus terus dihidupkan dalam konteks yang lebih luas, lebih inklusif, dan lebih membumi.

Selamat menjalankan amanah kepada Immawan Dzakwan, Immawati Meyla Zahwa, dan Immawati Dwi Tanjung. Semoga kepemimpinan yang terbentuk melalui musyawarah ini mampu membawa IMM Allende pada babak baru yang lebih progresif, berjiwa gerakan, dan penuh kebermanfaatan. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Immawan Amirul Haq, atas dedikasi, keteladanan, dan kontribusinya dalam satu periode kepemimpinan yang telah menjadi tonggak penting dalam sejarah IMM Allende. Regenerasi bukan hanya mengganti nama, tetapi membangun keberlanjutan nilai dan semangat. Musyawarah bukan sekadar prosedur organisasi, melainkan ruang penyatuan visi, logika, dan cita-cita perjuangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam

  Surabaya – Bidang Tabligh PK IMM Allende kembali menggelar Kajian Islam KALAM #5 pada hari Kamis, (12/6), bertempat di Lantai 9, Ruang 903 Gedung At Tauhid Tower. Kajian ini mengangkat tema “Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam”, dengan menghadirkan Rafif Burhanuddin Muhammad sebagai pemateri. Kajian ini membahas secara mendalam tentang konsep ta’dib , yaitu proses pendidikan dalam Islam yang menekankan pembentukan adab dalam diri individu, agar mampu mengenal dan menempatkan segala sesuatu secara adil dan proporsional. Pemateri menekankan bahwa ta’dib bukan sekadar pengajaran pengetahuan, namun lebih pada proses internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam diri manusia. Selain itu, pembahasan juga menyinggung hakikat manusia menurut Islam yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu ruh, akal, qalbu, dan jism. Rafif menjelaskan bahwa tanpa salah satu dari unsur tersebut, maka manusia tidak bisa disebut sebagai manusia. Tanpa salah satu dari keempat unsur ini, mak...

“Telah Berlayar Nahkoda Baru Pimpinan Komisariat IMM Allende 2024/2025”

 Pelantikan PK IMM Allende periode 2024/2025    di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Minggu (8/12/14)     Setelah menyelenggarakan Musyawarah Komisariat ke IX pada 23-24 Oktober 2024 di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Allende Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, resmi melantik kepengurusan baru untuk periode 2024/2025 yang dinahkodai Amirul Haq Al-Amin sebagai ketua umum dan Hani Dwi Wilujeng sebagai sekertaris umum. PK IMM Allende sukses menggelar Acara Pelantikan ke IX  pada tanggal 8 Desember 2024 di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Pelantikan ini dihadiri oleh calon Badan Pengurus Harian yang dilantik maupun calon kader dari PK IMM Allende, Ketua Umum PK IMM Allende Periode 2023/2024, Ketua Umum Koordinator Komisarita (Koorkom) IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Cabang (PC) IMM Surabaya, dan Forum Keluarga Alumni IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya.   Pelantikan ini mengusung tema “Membangun ...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...