Langsung ke konten utama

KCB Field Trip 2025: Menanam Kenangan dan Belajar Bersama di Alam Terbuka

 

    Surabaya, 19 Oktober 2025 - PK IMM Allende dan Komunitas Cahaya Bunda (KCB) telah sukses melaksanakan kembali kegiatan yang sangat bermakna melalui KCB Field Trip 2025, yang dilaksanakan pada Minggu, 19 Oktober 2025 di Taman Harmoni Keputih, Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinanti oleh anak-anak KCB, karena menghadirkan pengalaman belajar langsung di alam terbuka dengan suasana yang ceria, penuh tawa, dan kebersamaan.

    Field trip tahun ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak diajak untuk mengenal lingkungan sekitar, memahami pentingnya menjaga alam, serta menumbuhkan rasa syukur atas keindahan ciptaan Tuhan. Melalui berbagai aktivitas dan permainan edukatif, mereka belajar bagaimana bekerja sama, berbagi peran, dan menghargai teman-temannya.

    Taman Harmoni Keputih dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tempat ini memiliki suasana hijau yang asri, penuh warna, dan sangat cocok untuk anak-anak yang ingin mengeksplorasi dunia luar. Hamparan bunga yang indah, pepohonan yang rindang, serta area bermain yang luas menciptakan suasana yang mendukung bagi tumbuhnya rasa ingin tahu dan semangat belajar anak-anak.

    Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan lingkungan taman, di mana para pendamping mengajak anak-anak berkeliling sambil mengenali berbagai jenis tanaman dan hewan kecil yang ada di sekitar mereka. Setelah itu, suasana semakin hangat dengan kegiatan permainan kelompok yang melatih kekompakan dan keberanian. Anak-anak terlihat begitu antusias, tertawa lepas, dan saling menyemangati satu sama lain.

    Lebih dari sekadar belajar di luar ruangan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun kedekatan emosional antara anak-anak, para pendamping, dan teman-temannya. Dalam setiap langkah kecil yang mereka ambil, terselip pembelajaran tentang empati, tanggung jawab, dan rasa saling peduli. Kegiatan ini mungkin tampak sederhana, namun akan menjadi kenangan indah yang selalu diingat oleh anak-anak KCB di masa mendatang.

    Selain memberikan kesenangan dan pengalaman baru, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter anak-anak agar lebih percaya diri, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan. Melalui interaksi yang hangat dan alami, mereka belajar bahwa dunia di sekitar bisa menjadi ruang belajar yang luas tidak hanya dari buku atau kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung dan kebersamaan dengan orang-orang di sekitarnya.

    KCB Field Trip 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan yang bermakna dapat hadir dalam bentuk yang sederhana. Belajar tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas, melainkan juga bisa melalui tawa, permainan, dan petualangan kecil di alam terbuka. Dari kegiatan ini, KCB berharap agar setiap anak dapat membawa pulang bukan hanya cerita bahagia, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk pribadi mereka kelak.

    Dengan semangat dan kebersamaan yang terjalin, kegiatan KCB Field Trip 2025 di Taman Harmoni Keputih menjadi pengingat bahwa pengalaman berharga sering kali lahir dari hal-hal sederhana dari canda tawa anak-anak, langkah kecil mereka di antara bunga-bunga taman, hingga kenangan yang akan mereka simpan dalam hati untuk waktu yang lama.

Author     : Achmad Affan Firdaus
Editor      :  Rahma Nur Hamidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam

  Surabaya – Bidang Tabligh PK IMM Allende kembali menggelar Kajian Islam KALAM #5 pada hari Kamis, (12/6), bertempat di Lantai 9, Ruang 903 Gedung At Tauhid Tower. Kajian ini mengangkat tema “Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam”, dengan menghadirkan Rafif Burhanuddin Muhammad sebagai pemateri. Kajian ini membahas secara mendalam tentang konsep ta’dib , yaitu proses pendidikan dalam Islam yang menekankan pembentukan adab dalam diri individu, agar mampu mengenal dan menempatkan segala sesuatu secara adil dan proporsional. Pemateri menekankan bahwa ta’dib bukan sekadar pengajaran pengetahuan, namun lebih pada proses internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam diri manusia. Selain itu, pembahasan juga menyinggung hakikat manusia menurut Islam yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu ruh, akal, qalbu, dan jism. Rafif menjelaskan bahwa tanpa salah satu dari unsur tersebut, maka manusia tidak bisa disebut sebagai manusia. Tanpa salah satu dari keempat unsur ini, mak...

“Telah Berlayar Nahkoda Baru Pimpinan Komisariat IMM Allende 2024/2025”

 Pelantikan PK IMM Allende periode 2024/2025    di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Minggu (8/12/14)     Setelah menyelenggarakan Musyawarah Komisariat ke IX pada 23-24 Oktober 2024 di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Allende Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, resmi melantik kepengurusan baru untuk periode 2024/2025 yang dinahkodai Amirul Haq Al-Amin sebagai ketua umum dan Hani Dwi Wilujeng sebagai sekertaris umum. PK IMM Allende sukses menggelar Acara Pelantikan ke IX  pada tanggal 8 Desember 2024 di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Pelantikan ini dihadiri oleh calon Badan Pengurus Harian yang dilantik maupun calon kader dari PK IMM Allende, Ketua Umum PK IMM Allende Periode 2023/2024, Ketua Umum Koordinator Komisarita (Koorkom) IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Cabang (PC) IMM Surabaya, dan Forum Keluarga Alumni IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya.   Pelantikan ini mengusung tema “Membangun ...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...