Langsung ke konten utama

Filosofi Logo IMM Allende

 Assalamualaikum Wr.Wb Hallo! Kader IMM Komisariat Allende. Pada kesempatan kali ini kami bidang RPK (Riset dan Pengembangan Keilmuan) akan mengajak kalian untuk sharing sepurtar filosofi lambang dari IMM Allende yang sangat keren sekali.

   Baik seberapa pentingkah kita mempelajari filosofi? Dikutip dari laman resmi Universitas Medan Area kami menyimpulkan ada tiga manfaat utama, antara lain: melihat sesuatu melalui kaca mata yang lebih luas, membuat kita lebih kritis, mengajarkan pada kita bahwa apa yang mungkin kita terima begitu saja ternyata salah atau menyesatkan atau hanya merupakan sebagian dari kebenaran, dan membuat kita untuk dapat bernalar secara bernar.

   Baiklah, berikut lambang dan filosofi logo dari IMM Allende:


1. Lambang PK IMM Allende adalah “TRISULA” yang menunjukkan kedudukannya yang berada pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya. Selain itu, trisula juga menunjukkan adanya tiga kompetensi dasar/ Trilogi IMM yaitu Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas.

2. Dibagian bawahnya berbentuk seperti “kepala burung hantu dengan cakar yang tajam” yang bermakna bahwa PK IMM Allende memiliki pergerakan yang senyap tanpa suara namun tetap memiliki efektifitas dan kepastiannya.

3. Serta memiliki gambar “Sang Surya Berwarna Jingga”, sebagai symbol Muhammadiyah, yang menunjukan bahwa pergerakannya tanpa batas waktu (Fajar-Senja maupun sebaliknya).

4. Dan memiliki “Warna Dan Bunga Melati” yang tetap menunjukan idntitas IMM.

5. Pada bagian bawahnya bertuliskan PK IMM Allende yang tentu secara tegas menunjukan identitasnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam

  Surabaya – Bidang Tabligh PK IMM Allende kembali menggelar Kajian Islam KALAM #5 pada hari Kamis, (12/6), bertempat di Lantai 9, Ruang 903 Gedung At Tauhid Tower. Kajian ini mengangkat tema “Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam”, dengan menghadirkan Rafif Burhanuddin Muhammad sebagai pemateri. Kajian ini membahas secara mendalam tentang konsep ta’dib , yaitu proses pendidikan dalam Islam yang menekankan pembentukan adab dalam diri individu, agar mampu mengenal dan menempatkan segala sesuatu secara adil dan proporsional. Pemateri menekankan bahwa ta’dib bukan sekadar pengajaran pengetahuan, namun lebih pada proses internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam diri manusia. Selain itu, pembahasan juga menyinggung hakikat manusia menurut Islam yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu ruh, akal, qalbu, dan jism. Rafif menjelaskan bahwa tanpa salah satu dari unsur tersebut, maka manusia tidak bisa disebut sebagai manusia. Tanpa salah satu dari keempat unsur ini, mak...

“Telah Berlayar Nahkoda Baru Pimpinan Komisariat IMM Allende 2024/2025”

 Pelantikan PK IMM Allende periode 2024/2025    di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Minggu (8/12/14)     Setelah menyelenggarakan Musyawarah Komisariat ke IX pada 23-24 Oktober 2024 di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Allende Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, resmi melantik kepengurusan baru untuk periode 2024/2025 yang dinahkodai Amirul Haq Al-Amin sebagai ketua umum dan Hani Dwi Wilujeng sebagai sekertaris umum. PK IMM Allende sukses menggelar Acara Pelantikan ke IX  pada tanggal 8 Desember 2024 di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Pelantikan ini dihadiri oleh calon Badan Pengurus Harian yang dilantik maupun calon kader dari PK IMM Allende, Ketua Umum PK IMM Allende Periode 2023/2024, Ketua Umum Koordinator Komisarita (Koorkom) IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Cabang (PC) IMM Surabaya, dan Forum Keluarga Alumni IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya.   Pelantikan ini mengusung tema “Membangun ...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...