DISKURSUS FILSAFAT ALLENDE: Menelanjangi Pemikiran Socrates sebagai Upaya Menghidupkan Nalar Kritis Kader
Surabaya, 12 Mei 2026 - Pimpinan
Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Allende kembali menghadirkan
ruang intelektual melalui kegiatan Diskursus Filsafat Allende yang
diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026. Bertempat di Universitas Muhammadiyah
Surabaya, Gedung ATT Ruang 808 menjadi saksi bisu bahwa pemikiran Socrates
belum mati dan kita masih terus menyuarakan semangat berpikir kritis di tengah
kehidupan mahasiswa modern yang pemikirannya kian tergerus oleh suatu hal yang
instan dan serba cepat. Dimulai pukul 15.00 WIB hingga peserta memahami materi
yang disampaikan, kegiatan ini mengusung tema “Menelanjangi Pemikiran Socrates”
sebagai upaya membangun budaya berpikir kritis di kalangan kader dan mahasiswa.
Di tengah kehidupan modern yang serba
cepat, kemampuan berpikir kritis menjadi sesuatu yang semakin penting. Arus
informasi yang terus bergerak tanpa henti sering kali membuat seseorang hanya
menerima informasi secara mentah tanpa proses refleksi yang mendalam. Dalam
kondisi seperti ini, filsafat hadir bukan sekadar sebagai kajian teoritis,
tetapi sebagai alat untuk melatih kesadaran berpikir dan mempertanyakan
realitas secara lebih mendalam.
Melalui kegiatan ini, IMM Allende mencoba
menghadirkan kembali semangat pemikiran Socrates, seorang filsuf Yunani yang
dikenal dengan metode dialog dan pertanyaannya yang kritis. Socrates percaya
bahwa kebenaran tidak lahir dari sikap pasif menerima informasi, melainkan dari
proses bertanya, berdiskusi, dan menguji pemahaman secara terus-menerus.
Pemikiran inilah yang kemudian menjadi dasar utama dalam jalannya diskusi.
Sejak awal acara dimulai, suasana forum
terasa hidup dan penuh antusiasme. Para peserta yang hadir menunjukkan
ketertarikan besar terhadap tema yang diangkat. Diskusi berjalan secara
interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis yang muncul dari peserta. Tidak
sedikit audiens yang mencoba mengaitkan pemikiran Socrates dengan kondisi
sosial dan realitas mahasiswa saat ini, khususnya terkait kebebasan berpikir,
budaya literasi, serta fenomena mudahnya masyarakat terpengaruh opini publik di
media sosial.
Dalam forum tersebut dibahas bagaimana
metode berpikir Socrates dapat menjadi solusi dalam menghadapi krisis nalar
kritis di era digital. Peserta diajak memahami bahwa berpikir kritis bukan
berarti selalu menyalahkan atau menolak pendapat orang lain, melainkan
kemampuan untuk menganalisis, mempertanyakan, dan memahami sesuatu secara lebih
mendalam sebelum mengambil kesimpulan.
Salah satu pembahasan yang cukup menarik
dalam diskusi adalah mengenai pentingnya budaya bertanya di lingkungan
akademik. Peserta diajak memahami bahwa kemajuan intelektual lahir dari
keberanian seseorang untuk mempertanyakan sesuatu, bukan hanya menerima
informasi secara mentah. Dalam konteks mahasiswa, sikap kritis dianggap sebagai
bagian penting dalam membangun kesadaran sosial dan intelektual.
Selama kegiatan berlangsung, suasana
diskusi berjalan dengan sangat dinamis. Audiens saling bertukar argumen secara
terbuka, menyampaikan perspektif yang beragam, serta berusaha memahami sudut
pandang satu sama lain. Perbedaan pendapat yang muncul justru menjadi ruang
pembelajaran bersama untuk memperluas wawasan. Interaksi tersebut menunjukkan
bahwa kader IMM memiliki potensi besar dalam membangun budaya diskusi yang
sehat dan konstruktif.
Di sisi lain, peserta juga diajak
merefleksikan bagaimana filsafat tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang
jauh dari kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai dalam pemikiran Socrates justru
sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern, terutama dalam
membangun sikap kritis terhadap informasi, opini publik, maupun fenomena sosial
yang berkembang di masyarakat.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh
semangat hingga akhir kegiatan. Antusiasme peserta yang tinggi membuat forum
terasa hidup dan komunikatif. Tidak hanya menjadi ruang diskusi intelektual,
kegiatan ini juga mempererat hubungan antar kader melalui proses bertukar
gagasan dan pengalaman.
Melalui kegiatan Diskursus Filsafat
Allende ini, diharapkan kader IMM mampu membangun tradisi berpikir yang
lebih kritis, reflektif, dan terbuka terhadap berbagai pandangan. Sebab pada
akhirnya, perubahan besar dalam masyarakat selalu berawal dari keberanian untuk
berpikir dan mempertanyakan sesuatu secara mendalam. Dengan adanya forum
seperti ini, IMM Allende diharapkan terus menjadi ruang tumbuhnya kader-kader
intelektual yang mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi
masyarakat.
Author : Achmad Affan Firdaus
Editor : Rahma Nur Hamidah

Komentar
Posting Komentar