Langsung ke konten utama

PK IMM Allende Resmi Menutup BAKSOS 2026 di Desa Songowareng


      LAMONGAN, 28 Mei 2026 – Kegiatan Bakti Sosial (BAKSOS) 2026 yang diselenggarakan oleh PK IMM Allende resmi ditutup pada Kamis, 28 Mei 2026, di Desa Songowareng, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang mengusung tema “Berbagi dengan Hati, Bersama dalam Arti” sudah sampai di penghujung acara yang sudah dilaksanakan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Mei 2026.

Acara pembukaan dilaksanakan di Masjid As Sholah Roghibatul Jinan, Desa Songowareng, dan dihadiri oleh berbagai pimpinan Muhammadiyah, pemerintah desa, serta kader IMM Allende. Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antara mahasiswa dengan masyarakat setempat.

Untuk mengawali penutupan acara kali ini dimulai dengan sambutan yang diawali oleh Ketua Umum PK IMM Allende, Abyan Dzakwan, yang menyampaikan harapan agar kegiatan bakti sosial ini dapat bermanfaat dan membekas dihati masyarakat, selain itu juga menyampaikan ucapan terimakasih atas diterimanya kami sebagai panitia pelaksana menyelenggarakan acara di Desa Songowareng dan tak lupa juga mengucapkan maaf apabila kita dalam beberapa hari pelaksanaan ini melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Koordinator Komisariat (KOORKOM) IMM UMSURA, Immawan Amirul Haq Al-Amin, yang mengucapkan beribu-ribu terimakasih atas diterimanya para Adinda dari Komisariat Allende yang sudah merampungkan acara ini dengan suka rela dan penuh ikhlas, tak lupa juga Immawan Amirul menekankan bahwasanya IMM UMSURA seringkali melakukan kegiatan BAKSOS yang dilakukan tiap tahunnya saat menjelang Idul Adha, terkhususnya PK IMM Allende yang tak pernah absen dan selalu ikut andil dalam kegiatan BAKSOS tiap tahunnya. 

Lalu, sambutan selanjutnya oleh PC IMM Kota Surabaya, Julio Fredi Bobic, yang sedikit menjelaskan tentang nilai yang terkandung dari ayat Al-Ma'un yang menjadi landasan berdirinya Muhammadiyah dan sebagai landasan diadakannya acara BAKSOS kali ini dan beliau pun mengapresiasi para Adinda yang menyelesaikan acara ini dari awal persiapan hingga penutupan kali ini. 

Sambutan berikutnya datang dari Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Songowareng, Sukisno, ST., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan BAKSOS di wilayahnya. Ia sangat berterimakasih atas terlaksananya acara kali ini, terlebih lagi hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat sangat hangat dan saling berkontribusi selam acara ini berlangsung. 

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bluluk, Aris Setiawan, STP., juga menyampaikan terimakasih terhadap kegiatan sosial yang diinisiasi oleh kader IMM sebagai bentuk implementasi dakwah kemasyarakatan Muhammadiyah.

Ucapan terimakasih serupa disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, Diana Mufidati, yang menyoroti kolaborasi sosial yang terbangun selama acara berlangsung, khususnya saat malam terakhir kemarin yang dimana saat Makrab yang menjadi rangkaian malam penutup BAKSOS.

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr. H. Piet Hizbullah Khaidir, s.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial seperti ini menjadi wujud nyata memberikan kebermanfaatan dan kebahagiaan terhadap orang lain dan pula beliau menyampaikan bahwa bermuhammdiyah tidak boleh hitung hitungan, karena dalam hitung hitungan akan memunculkan paradox matematik yang pastinya akan menimbulkan kita akan merasa keberatan saat melaksanakan kegiatan seperti ini. Dan acara BAKSOS kali ini selesai dan resmi ditutup oleh beliau.

Author   : Achmad Affan Firdaus

Editor    : Rahma Nur Hamidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam

  Surabaya – Bidang Tabligh PK IMM Allende kembali menggelar Kajian Islam KALAM #5 pada hari Kamis, (12/6), bertempat di Lantai 9, Ruang 903 Gedung At Tauhid Tower. Kajian ini mengangkat tema “Ta’dib dan Konsepsi Manusia dalam Islam”, dengan menghadirkan Rafif Burhanuddin Muhammad sebagai pemateri. Kajian ini membahas secara mendalam tentang konsep ta’dib , yaitu proses pendidikan dalam Islam yang menekankan pembentukan adab dalam diri individu, agar mampu mengenal dan menempatkan segala sesuatu secara adil dan proporsional. Pemateri menekankan bahwa ta’dib bukan sekadar pengajaran pengetahuan, namun lebih pada proses internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam diri manusia. Selain itu, pembahasan juga menyinggung hakikat manusia menurut Islam yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu ruh, akal, qalbu, dan jism. Rafif menjelaskan bahwa tanpa salah satu dari unsur tersebut, maka manusia tidak bisa disebut sebagai manusia. Tanpa salah satu dari keempat unsur ini, mak...

Hadirkan Kajian yang Menghangatkan Hati

  Suarabaya - Rabu, 2 Juli 2025 lalu, Pimpinan Komisariat IMM Allende melalui bidang Immawati menggelar sebuah kegiatan inspiratif bertajuk SPM X Immawati dengan tema “Dekat Di Hati, Erat Dalam Kasih” . Bertempat di Basecamp Komunitas Cahaya Bunda, Jl. Belakang Panggung No. 35, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang berbagi yang hangat bagi para ibu dalam memahami peran psikologis mereka dalam keluarga. Acara ini menghadirkan pemateri Ummi Masrufah Maulidiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog., yang secara lugas dan hangat menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kebersamaan tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga dalam tindakan kecil yang konsisten, seperti menyapa anak ketika pulang sekolah, memeluknya secara rutin, dan menunjukkan kasih sayang secara verbal dan nonverbal. Salah satu momen yang mengaduk emosi peserta adalah ketika ditayangkan sebuah klip video tentang p...

Refleksi Filsafat Ilmu: Menyelami Hakikat Pengetahuan dan Dasar Kemajuan Golongan

       7 November 2025 - Masjid Al-Qory Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi ajang dialog mendalam antara pemantik dan peserta. Acara ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi berlangsung sebagai satu sesi diskusi dua arah yang hidup, kritis, dan sarat pertanyaan fundamental mengenai hakikat ilmu dan peranannya dalam membentuk peradaban.      Suasana Masjid Al-Qory dipenuhi antusiasme dari para peserta. Pemantik membuka diskusi dengan menekankan bahwa keinginan memahami ilmu secara menyeluruh adalah ciri utama seorang yang berpikir filsafati. Di tengah keterbatasan sudut pandang, manusia sering kali hanya terpaku pada satu disiplin; namun pemikiran filsafat justru menuntut seseorang menghubungkan ilmu dengan nilai moral, agama, dan realitas sosial. Dari titik inilah peserta didorong untuk memeriksa ulang pemahaman mereka mengenai struktur ilmu.      Pemantik kemudian membawa peserta pada refleksi mendasar: bahwa se...