Surabaya, 14 Mei 2026 - Pimpinan
Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Allende kembali menunjukkan
komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi kader melalui kegiatan Kader
Nulis yang diselenggarakan pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di
Universitas Muhammadiyah Surabaya, Gedung ATT Ruang 808, mulai pukul 15.00 WIB
hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Habib Muzaki sebagai pemateri yang
memberikan pemahaman sekaligus motivasi mengenai pentingnya menulis bagi
mahasiswa dan kader organisasi.
Di era digital saat ini, kemampuan
menulis menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa.
Menulis tidak hanya sekadar menyusun kata, tetapi juga menjadi sarana
menyampaikan gagasan, membangun opini, serta menyebarkan nilai-nilai positif
kepada masyarakat. Namun, di tengah perkembangan media sosial yang serba
instan, budaya literasi dan minat menulis di kalangan generasi muda kian
tergerus. Terlebih lagi, saat ini kita berada di era yang serba cepat dan
instan, di mana hanya dengan satu kali klik seseorang dapat dengan mudah
menghasilkan tulisan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam
membangun kemampuan berpikir dan menulis secara mandiri.
Melalui kegiatan Kader Nulis ini,
harapannya kader IMM Allende memiliki keterampilan yang setingkat lebih tinggi
dibandingkan mahasiswa pada umumnya, khususnya dalam hal literasi, berpikir
kritis, serta mempunyai kemampuan untuk menuangkan gagasan melalui tulisan. IMM
Allende pun berupaya menghadirkan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang
mendorong kader agar lebih berani menyampaikan opini, gagasan, serta keresahan
sosial melalui karya tulis yang bermanfaat.
Dalam pemaparannya, Habib Muzaki
menjelaskan bahwa menulis bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga
tentang keberanian berpikir dan konsistensi dalam belajar. Peserta diajak
memahami bagaimana sebuah tulisan dapat lahir dari keresahan sosial, pengalaman
pribadi, maupun hasil refleksi terhadap realitas yang terjadi di sekitar.
Selain membahas dasar-dasar kepenulisan,
forum ini juga menyoroti pentingnya mahasiswa untuk aktif memproduksi karya
intelektual. Menulis dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam
menyampaikan gagasan, kritik sosial, maupun solusi terhadap berbagai persoalan
di masyarakat. Oleh karena itu, kader IMM didorong untuk tidak hanya aktif
berdiskusi, tetapi juga mampu mendokumentasikan gagasan tersebut dalam bentuk
tulisan yang bermanfaat.
Habib Muzaki juga menyampaikan bahwa
seseorang yang belum pernah menulis tidak seharusnya merasa takut untuk
memulai. Hal paling penting adalah membangun ketekunan untuk terus membaca dan
menulis secara konsisten sehingga mampu menghasilkan dan menerbitkan sebuah
tulisan. Menulis bukanlah kemampuan yang lahir secara instan, melainkan
keterampilan yang dibentuk melalui proses belajar, latihan, ketekunan dan
keberanian untuk terus mencoba.
Suasana forum berlangsung hangat dan
interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan, audiens juga aktif berdiskusi dan
mengajukan pertanyaan seputar teknik menulis, membangun ide, hingga cara
menjaga konsistensi dalam berkarya. Beberapa peserta bahkan turut membagikan
pengalaman mereka terkait kesulitan memulai tulisan dan rasa kurang percaya
diri terhadap hasil karya sendiri.
Dalam diskusi tersebut juga disampaikan
bahwa budaya membaca memiliki hubungan erat dengan kemampuan menulis. Semakin
luas wawasan seseorang, maka semakin kaya pula gagasan yang dapat dituangkan
dalam tulisan. Oleh karena itu, peserta didorong untuk mulai membiasakan diri
membaca buku, artikel, maupun berbagai sumber pengetahuan lainnya sebagai upaya
memperluas perspektif.
Selama kegiatan berlangsung, suasana
diskusi berjalan aktif dan komunikatif. Peserta saling bertukar pengalaman
serta pandangan mengenai dunia literasi dan kepenulisan. Interaksi tersebut
menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan mendorong peserta untuk lebih
percaya diri dalam mengembangkan kemampuan menulis mereka.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh
semangat hingga akhir acara. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa minat
terhadap budaya literasi masih terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan kader IMM
Allende. Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga mempererat hubungan
antar kader melalui proses diskusi dan pertukaran pengalaman.
Melalui kegiatan Kader Nulis ini,
diharapkan kader IMM Allende mampu meningkatkan kemampuan literasi, memperkuat
budaya intelektual, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan
melalui karya tulis. Sebab pada akhirnya, tulisan bukan hanya rangkaian kata,
melainkan jejak pemikiran yang dapat memberikan pengaruh dan perubahan bagi
banyak orang.
Author : Achmad Affan Firdaus
Editor : Rahma Nur Hamidah

Komentar
Posting Komentar